PERKEMBANAGN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYRAKAT
MULTIKULTURAL
A.Unsur-Unsur
Kemajemukan Dalam Masyrakat
Sifat multikultural
akan selalu ada dalam masyrakat. Kemajemukan terjadi karena adanya
perbedaan-perbedaan didalam masyrakat.
1.
Ciri Fisik
Ciri
fisik mengacau pada perbedaan ciri tubuh manusia seperti warna kulit,warna
rambut, bentuk hidung, dan lain-lain.
a.
Ras
adalah pengolongan manusia berdasarkan pengolongan fisik. Berdasarkan
faktor pengolongan tersebut, manusia didunia digolongkan menjadi empat ras,
yaitu sebagai berikut.
1)
Kaukaosid
atau Ras Kaukusus
Para ahli menduga ras ini berasal dari
pegunungan kaukasus di Eropa. Kaukosid merupakan nenok moyang bangasa Eropa.
Ciri-ciri yang dimiliki antara lain kulit berwarna putih, warna mata berwarna
biru, dagu panjang, serta tinggi tubuh sekitar 180-210 cm.
2)
Mongoloid
atau Ras Mongol
Ras ini berasal dari daerah mongol.
Mongolid merupakan bangsa-bangas Asia, dengan ciri-ciri kulit kuning,mata sipit
dengan bola mata berwarna coklat, rambut hitam lurus,hidung mancung, dan
perawakan sekitar 140-180 cm.
3)
Negroid
atau ras Negro
Ras ini berasal dari benua Afrika.
Negroid merupakan bangsa-bangsa Afrika berkulit hitam,. Ciri-cirinya kulit
berwarana hitam, rambut kriting berwarna hitam, hidung bersar, dan perawakan
pendek kurang dari 160 cm.
4)
Ras
Khsusus
Ras khusus adalah ray yang di temukan
didaerah tertentu dengan ciri fisik yang berbeda dengan penduduk lain. Contoh :
suku vedoid di Sulawesi, suku Darvida di India, dan suku Aniau di Japang.
b.
Makanan
Jenis makanan tertentu mengandung
protein dan kalori tertentu pula, hal ini yang menyebabkan perubahan
padapengimen kulit, serta ukuran tubuh manusia. Akibatnya terjadi perbedaan
fisik. Contoh : bangsa Indian, di samping karena iklim yang dingin, mereka juga
mengonsumsi lemak hewan dalam jumblah yang banyak sehingga mengakibatkan
perubahan fiisik, dari segi kulit kuning menjadi merah-merahan dengan rambut
hitam yang agak berbeda dengan bangsa Mongol.
2.
Ciri sosial
Ciri
sosial terjadi proses pembentukan kelompok-kelompok sosial Sehingga membatasi
angota-angota masyrakat tertentu dalam kelompok. Contohnya : kekerabatan.
Kekerabatan adalah ikatan sosial yang bersifat genokologis (keturunan/
hubungan daerah). Ada tiga kekerabatan, yaitu sebagai berikut.
a. Kekerabatan
partilineal
Kekerabatan partilineal adalah
kekerabatan yang ditarik berdasarkan garis keturunan ayah. Ciri kekerabatan ini
adalah dengan adanya marga seperti suku Batak, Minasaha, atau Ambon.
b. Kekerabatan
matrilineal Kekerabatan martilineal adalah kekerabatan yang ditarik berdasarkan
garis keturunan ibu. Contoh kekerabatan ini terdapat pada suku Minangkabau di
Sumatra Barat.
c. Kekerabatan
Bilineal
Kekerabatan bilineal adalah kekerabatan
yang ditarik berdasarkan garis ayah dan ibu.tidak dominasi diantara keduanya.
Contoh : suku jawa,sunda,bali, dan sebagainya.
3.
Ciri Budaya
Ciri
budaya adalah kesaman-kesaman budaya pada anggota masyrakat sehingga
dikelompokann dalam kelompok tertentu. Unsur-unsur ini menyebabkan perbedaan-perbedaan tersebut adalah :
a. Bahasa,
b. Sistem
ekonomi,
c. Sistem
sosial,
d. Sistem
pengetahuan,
e. Teknologi,
f. Kesenian,
dan
g. Relegi.
B.MEMBENTUK DAN SIFAT
PERUBAHAN
Berdasarkan bentuk dan
sifatnya,ada tiga perubahan yang terjadi dalam kelompok sosial yaitu: sifat
perubahan,lambat dan cepat, perubahn kecil dan besar serta perubahan yang
dikehendaki (interndied change) dan
perubahan yang tidak dikehendaki (unitended
change).
1.Perubahan Cepat dan
Lambat
lambat
adalah perubahan yang berlangsung lama dan memerlukan waktu serta melalui
rentetan perubahn kecil yang selalu mengikuti. Hal ini terjadi karena
usaha-usaha masyrakat dalam kelompok sosial menyesuaikan diri dalam
keperluan-keperluan, keadaan-keadaan, kondisai-kondisi baru, sering pertumbuhan
masyrakat dan tantangan zaman.
tersebut
dianggap cepat karena perubahan sendi-sendi pokok kehidupan masyrakat. Seperti
sistem keluarga, hubungan antara buruh dengan majikan, dan sebagainya.
1.
Perubahan Kecil dan Besar
Perubahan
kecil merupakan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh
langsung atau berarti bagi masyrakat. Misalnya, perubahan metode pakayan tidak
akan membawa pengaruh apa-apa bagi
masyrakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan
pada lembaga kemasyrakatan. Sebaliknya,
perubahan besar merupakan perubahan yang terjadi pada
unsur-unsur sosial yang mambawa pengaruh langsung bagi
masyarakat. Misalnya, proses
industrialisasi yang
berlangsung pada masyarakat agraris merupakan perubahan yang akan membawa pengruh
besar bagi masyarakat.
2.
Perubahan yang dikehendaki dan
tidak dikehendaki
Perubahan yang di kehendaki (intended change)
merupakan perubahan yang di perkirakan atau perubahan yang di rencanakan
terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang mengadakan perubahan di dalam masyarakat.
Pihak-pihak yang akan mengadakan perubahan di namakan agen perubahan (agent of change).
Sedangkan perubahan yang tidak di kehendaki (unintended change) merupakan
perubahan-perubahan yang terjadi tanpa di kehendaki. Perubahan ini terjadi di
luar jangkauan masyarakat dan bisa menimbulkan akibat sosial yang tidak di
harapkan masyarakat.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kelompok sosial
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kelompok sosial
Perubahan kelompok sosial bisa
dipengaruhi oleh beberapa factor. Namun secara umum, factor tersebut
dikelompokkan kedalam dua kelompok, yaitu factor dari dalam (internal), dan
factor dari luar (eksternal).
Teori dan Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses
pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola
pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan
penghidupan yang lebih bermartabat.
Pada dasarnya setiap masyarakat yang
ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang
dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan
dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbandingan dengan menelaah suatu
masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan
masyarakat pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam
masyarakat,pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti
bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-perubahan.
Tetapi perubahan yang terjadi antara
masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal ini
dikarenakan adanya suatu masyarakat yang mengalami perubahan yang lebih cepat
bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat berupa
perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak menampakkan adanya suatu
perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas
maupun terbatas. Di samping itu ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya
lambat, dan perubahan yang berlangsung dengan cepat.
1.
Faktor
dari dalam (internal)
Kelompok sosial merupakan kumpulan
individu-individu yang saling berinteraksi membentuk komunitas atau kelompok.
Dalam kelompok sosial biasanya terdapat kekuasaan dan posisi yang
menguntungkan, sehingga di antara para anggota terdapat potensi untuk saling
berebut.
Pengaruh internal bisa terjadi karena
perbedaan ideology maupun kebijakan diantara para anggota kelompok. Contohnya,
perlombaan kepemimpinan perusahaan disebabkan perbedaan kebijakan dan orientasi.
Selain itu, perubahan bisa terjadi disebabkan karena hilangnya kepemimpinan .
misalnya, dalam lembaga pendidikan pesantren yang kepemimpinannya terpusat pada
laki-laki.
2. Factor dari luar (eksternal)
Perubahan yang dipengaruhi oleh factor
dari luar atau eksternal lebih disebabkan karena factor perubahan
sutuasi. Situasi yan dimaksud adalah situasi dimana kelompok sosial tersebut
hidup. Seperti misalnya, ancama yang terjadi dari luar kelompok berpotensi
membangun perubahan pada setruktur suatu kelompok sosial. Kehidupan bangsa
Indonesia dulu terpecah-pecah kedalam kehidupan kesukuan yang berbeda-beda
namun ketika dihadapkan penjajah, maka muncul gejolak untuk mempersatukan diri
dalam berjuan mengusir penjajahan dari tanah air Indonesia. Contoh yang lain,
misalnya perubahan yang terjadi dalam situasi sosial dan ekonomi, akan
membangkitkan semangat kekeluargaan untuk saling bahu membahu bekerja sama
menghadapi persoalan tersebut .
D.
Bentuk-bentuk perkembangan kelompok social
1. Deskriminasi
Deskriminasi
adalah perlakuan berbeda yang dialami seseorang atau kelompok orang dalam hal
tertentu. Deskriminasi bisa terjadi dalam bidang pekerjaan,pendidikan,maupun
dalam interaksi social. Misalnya orang kulit hitam diperlakukan semena-mena
oleh orang kulit putih di Amerika Serikat.
2. Dominasi
Dominasi
bukan berarti penguasaan jumlah,tetapi dominasi berkaitan dengan peran atau
kontribusi yang diberikan. Di Indonesia jumlah etnis tionghoa jauh lebih
sedikit disbanding etnis lain,tetapi mereka mampu menguasi sendi-sendi
perekonomian masyarakat.
3. Akulturasi
Akulturasi
berarti penukaran unsur-unsur budaya akibat kontak social antara dua kelompok
sosial. Misalnya, hubungan poerdagangan antara bangsa Indonesia dengan pedagang
dari Negara timur tengah dan Negara lainnya di masa lalu telah terjadi
pertukaran unsur-unsur budaya.
4. Pluralisme
Pluralisme
berarti suatu keadaan dimana berbagai kelompok yang berbeda,baik ras,
etnis,maupun agama,saling memelihara identitas budaya dan jaringan sosial,
namun mereka bersama-sama berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan politik.
Setiap etnis diindonesia masing-masing mempunyai budaya yang berbeda.
5.
Integrasi
Integrasi
sosial di perlukan agar masyarakat tidak terpecah meskipun menghadapi berbagai
tantangan, baik beruipa tantangan fisik maupun konflik yangterjadi secara
sosial budaya. Menurut pandangan para penaganut fungsionalisme struktur ,
sistem sosial senantiasa terintegrasi diatas dua landasan berikut.
a.
suatu
masyarakat senantiasa terintegrasi diatas tumbuhnya kesepakatan diatara sebagai
besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat
fundamental atau mendasar.
b.
Masyarakat
teritegrasi karena berbagai angagota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari
berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation).
6.
Eksploitasi
Istilah
eksploitasi memiliki pengertian berupa tindakan debgan atau tanpa persetujuan
korban yang meliputi pelayanan paksa, perbudakan, penindasan, pemerasan,
pemamfaatan fisik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum,
memaamfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk memperoleh
keuntungan baik meteril maupun immaterial.
Dominasi
dalam berbagai hal bisa menimbulkan hubungan antar kelompok sosial bersifat
eksploitatif. Keunggulan ekonomi akan mengekploitasi perekonomian kelompok yang
miskin. Sebagai contoh kebijakan, ekonomi negara-negara maju cendrung menindas
negara miskin. Keunggulan fisik juga bisa berakibat penindasan terhadap
kelompok lain.
7.
Segregasi
Segregasi
memiliki arti sebagai bentuk pemisah sebagian kelompok dari induk kelompoknya
dengan tujuan dan pertimbangan khusus agar dapat dilakukan pengamatan dengan
baik. Dalam konteks sosiologi, segregasi merupakan pemisah kelompok sosial
berdasarkan tradisi atau hukum.kelompok yang mengalami perlakuan ini pada
umumnya berbeda dalam hal asal – usul etnik, agama, kesejahtraan, dan
kebudayaan. Segregasi bisa terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam
perkerjaan, pendidikan, partisipasi sosial, perkawinan, maupun kesempatan
memperoleh kesejahteraan sosial.
Misalnya,
dalam menduduki jabatan tertentu dalam suatu karir pekerjaan tidak semua orang
bisa mencapainya, karna jabatan – jabatan itu telah didominasi orang – orang
dari suku tertentu. Dalam sistem kasta di india, oarng dari suku sudra tidak
boleh menikah dengan wanita dari kasta di atasnya, seperi ksatria dan waisa
8.
Difusi
Dinamika
masyarakat menunjukkan adanya proses pertukaran budaya. Pertukaran anatar
budaya tidak bisa dielakkan, terlebih dalam kehidupan modern di mna alses
informasi semakin mudah. Hal ini semakin mempermudah proses penyebaran budaya
dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Proses menyebaran budaya ini di
sebut difusi. Difusi bisa berlansung melalui dua arah. Artinya, kedua kelompok
sosial yang berinteraksi tersebut saling memberi dan menerima. Namun pada
umumnya, masyarakat yang berteknologi sederhana lebih banyak menyerap unsur
budaya dari kelompok masyarakat yang ber
teknologi maju. Demikian juga kelompok sosial
rendah lebih banyak menyerap unsur buadaya dari kelompok sosial yang
lebih tinggi. Proses difusi sangat di perlukan untuk mengembangkan budaya
menjadi lebih maju dan baik. Kendati demikian, dalam proses difusi juga di
perlukan filterisasi, yaitu upaya penyaringan agar tidak semua budaya
diterima tanpa diseleksi terlebih
dahulu.
9. Asimilasi
Asimilasi
memiliki arti sebagai bentuk percampuran dua kebuyaaan dalam masyarakat
setempat sehingga tercipta suatu kebudayaan yang baru. Interaksi sosial antara
kelompok pendatang dan kelompok pribumi berpotensi melahirkan prosese
asimilasi. Budaya yang dibawa kelompok pendatang melebur dengan budaya kelompok
pribumi,sedangkan kelompok pribumi mau menerima kebudayaan dari kelompok
pendatang dan menjadi variasi bagi kelestarian budayanya.
10. Paternalisme
Paternalisme merupakan bentuk kerja sama antara dua
pihak untuk memperoleh keuntungan. Dalam dunia bisnis, paternalisme seringkali
dilakukan oleh pengusaha besar dengan memberi modal kepada pengusaha kecil
untuk membuka jaringan pemasaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar