Sabtu, 02 Maret 2013

PERKEMBANAGN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYRAKAT MULTIKULTURAL



PERKEMBANAGN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYRAKAT MULTIKULTURAL
A.Unsur-Unsur Kemajemukan Dalam Masyrakat
Sifat multikultural akan selalu ada dalam masyrakat. Kemajemukan terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan didalam masyrakat.
1.      Ciri Fisik
Ciri fisik mengacau pada perbedaan ciri tubuh manusia seperti warna kulit,warna rambut, bentuk hidung, dan lain-lain.
a.      Ras adalah pengolongan manusia berdasarkan pengolongan fisik. Berdasarkan faktor pengolongan tersebut, manusia didunia digolongkan menjadi empat ras, yaitu sebagai berikut.
1)      Kaukaosid atau Ras Kaukusus
Para ahli menduga ras ini berasal dari pegunungan kaukasus di Eropa. Kaukosid merupakan nenok moyang bangasa Eropa. Ciri-ciri yang dimiliki antara lain kulit berwarna putih, warna mata berwarna biru, dagu panjang, serta tinggi tubuh sekitar 180-210 cm.
2)      Mongoloid atau Ras Mongol
Ras ini berasal dari daerah mongol. Mongolid merupakan bangsa-bangas Asia, dengan ciri-ciri kulit kuning,mata sipit dengan bola mata berwarna coklat, rambut hitam lurus,hidung mancung, dan perawakan sekitar 140-180 cm.
3)      Negroid atau ras Negro
Ras ini berasal dari benua Afrika. Negroid merupakan bangsa-bangsa Afrika berkulit hitam,. Ciri-cirinya kulit berwarana hitam, rambut kriting berwarna hitam, hidung bersar, dan perawakan pendek kurang dari 160 cm.
4)      Ras Khsusus
Ras khusus adalah ray yang di temukan didaerah tertentu dengan ciri fisik yang berbeda dengan penduduk lain. Contoh : suku vedoid di Sulawesi, suku Darvida di India, dan suku Aniau di Japang.
b.      Makanan
Jenis makanan tertentu mengandung protein dan kalori tertentu pula, hal ini yang menyebabkan perubahan padapengimen kulit, serta ukuran tubuh manusia. Akibatnya terjadi perbedaan fisik. Contoh : bangsa Indian, di samping karena iklim yang dingin, mereka juga mengonsumsi lemak hewan dalam jumblah yang banyak sehingga mengakibatkan perubahan fiisik, dari segi kulit kuning menjadi merah-merahan dengan rambut hitam yang agak berbeda dengan bangsa Mongol.
2.      Ciri sosial
Ciri sosial terjadi proses pembentukan kelompok-kelompok sosial Sehingga membatasi angota-angota masyrakat tertentu dalam kelompok. Contohnya : kekerabatan.
    Kekerabatan adalah ikatan sosial yang bersifat genokologis (keturunan/ hubungan daerah). Ada tiga kekerabatan, yaitu sebagai berikut.
a.       Kekerabatan partilineal
Kekerabatan partilineal adalah kekerabatan yang ditarik berdasarkan garis keturunan ayah. Ciri kekerabatan ini adalah dengan adanya marga seperti suku Batak, Minasaha, atau Ambon.
b.      Kekerabatan matrilineal Kekerabatan martilineal adalah kekerabatan yang ditarik berdasarkan garis keturunan ibu. Contoh kekerabatan ini terdapat pada suku Minangkabau di Sumatra Barat.
c.       Kekerabatan Bilineal
Kekerabatan bilineal adalah kekerabatan yang ditarik berdasarkan garis ayah dan ibu.tidak dominasi diantara keduanya. Contoh : suku jawa,sunda,bali, dan sebagainya.
3.      Ciri Budaya
Ciri budaya adalah kesaman-kesaman budaya pada anggota masyrakat sehingga dikelompokann dalam kelompok tertentu. Unsur-unsur ini menyebabkan  perbedaan-perbedaan tersebut adalah :
a.       Bahasa,
b.      Sistem ekonomi,
c.       Sistem sosial,
d.      Sistem pengetahuan,
e.       Teknologi,
f.       Kesenian, dan
g.      Relegi.
B.MEMBENTUK DAN SIFAT PERUBAHAN
Berdasarkan bentuk dan sifatnya,ada tiga perubahan yang terjadi dalam kelompok sosial yaitu: sifat perubahan,lambat dan cepat, perubahn kecil dan besar serta perubahan yang dikehendaki (interndied change) dan perubahan yang tidak dikehendaki (unitended change).
1.Perubahan Cepat dan Lambat
lambat adalah perubahan yang berlangsung lama dan memerlukan waktu serta melalui rentetan perubahn kecil yang selalu mengikuti. Hal ini terjadi karena usaha-usaha masyrakat dalam kelompok sosial menyesuaikan diri dalam keperluan-keperluan, keadaan-keadaan, kondisai-kondisi baru, sering pertumbuhan masyrakat dan tantangan zaman.
tersebut dianggap cepat karena perubahan sendi-sendi pokok kehidupan masyrakat. Seperti sistem keluarga, hubungan antara buruh dengan majikan, dan sebagainya.
1.      Perubahan Kecil dan Besar
Perubahan kecil merupakan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur  struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyrakat. Misalnya, perubahan metode pakayan tidak akan membawa pengaruh apa-apa  bagi masyrakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyrakatan.  Sebaliknya, perubahan  besar merupakan  perubahan yang terjadi  pada  unsur-unsur  sosial  yang mambawa pengaruh langsung bagi masyarakat.  Misalnya,  proses  industrialisasi  yang berlangsung  pada  masyarakat agraris  merupakan perubahan yang akan membawa pengruh besar bagi masyarakat.                                                                     

2.      Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki
Perubahan yang di kehendaki (intended change) merupakan perubahan yang di perkirakan atau perubahan yang di rencanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang akan mengadakan perubahan di namakan agen perubahan (agent of change). Sedangkan perubahan yang tidak di kehendaki (unintended change) merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa di kehendaki. Perubahan ini terjadi di luar jangkauan masyarakat dan bisa menimbulkan akibat sosial yang tidak di harapkan masyarakat.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kelompok sosial
       Perubahan kelompok sosial bisa dipengaruhi oleh beberapa factor. Namun secara umum, factor tersebut dikelompokkan kedalam dua kelompok, yaitu factor dari dalam (internal), dan factor dari luar (eksternal).
Teori dan Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.Teori dan Pengertian Perubahan Sosial
Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbanding­an dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat,pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-peru­bahan.
Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang meng­alami perubahan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak menampakkan adanya suatu perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun terbatas. Di samping itu ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya lambat, dan perubahan yang berlangsung dengan cepat.
1.      Faktor dari dalam (internal)
Kelompok sosial merupakan kumpulan individu-individu yang saling berinteraksi membentuk komunitas atau kelompok. Dalam kelompok sosial biasanya terdapat kekuasaan dan posisi yang menguntungkan, sehingga di antara para anggota terdapat potensi untuk saling berebut.
        Pengaruh internal bisa terjadi karena perbedaan ideology maupun kebijakan diantara para anggota kelompok. Contohnya, perlombaan kepemimpinan perusahaan disebabkan perbedaan kebijakan dan orientasi. Selain itu, perubahan bisa terjadi disebabkan karena hilangnya kepemimpinan . misalnya, dalam lembaga pendidikan pesantren yang kepemimpinannya terpusat pada laki-laki.
        2. Factor dari luar (eksternal)
                  Perubahan yang dipengaruhi oleh factor dari luar atau eksternal lebih disebabkan                    karena factor perubahan sutuasi. Situasi yan dimaksud adalah situasi dimana kelompok sosial tersebut hidup. Seperti misalnya, ancama yang terjadi dari luar kelompok berpotensi membangun perubahan pada setruktur suatu kelompok sosial. Kehidupan bangsa Indonesia dulu terpecah-pecah kedalam kehidupan kesukuan yang berbeda-beda namun ketika dihadapkan penjajah, maka muncul gejolak untuk mempersatukan diri dalam berjuan mengusir penjajahan dari tanah air Indonesia. Contoh yang lain, misalnya perubahan yang terjadi dalam situasi sosial dan ekonomi, akan membangkitkan semangat kekeluargaan untuk saling bahu membahu bekerja sama menghadapi persoalan tersebut .
D. Bentuk-bentuk perkembangan kelompok social
1.         Deskriminasi
            Deskriminasi adalah perlakuan berbeda yang dialami seseorang atau kelompok orang dalam hal tertentu. Deskriminasi bisa terjadi dalam bidang pekerjaan,pendidikan,maupun dalam interaksi social. Misalnya orang kulit hitam diperlakukan semena-mena oleh orang kulit putih di Amerika Serikat.
2.         Dominasi
            Dominasi bukan berarti penguasaan jumlah,tetapi dominasi berkaitan dengan peran atau kontribusi yang diberikan. Di Indonesia jumlah etnis tionghoa jauh lebih sedikit disbanding etnis lain,tetapi mereka mampu menguasi sendi-sendi perekonomian masyarakat.
3.         Akulturasi
            Akulturasi berarti penukaran unsur-unsur budaya akibat kontak social antara dua kelompok sosial. Misalnya, hubungan poerdagangan antara bangsa Indonesia dengan pedagang dari Negara timur tengah dan Negara lainnya di masa lalu telah terjadi pertukaran unsur-unsur budaya.
4.         Pluralisme
            Pluralisme berarti suatu keadaan dimana berbagai kelompok yang berbeda,baik ras, etnis,maupun agama,saling memelihara identitas budaya dan jaringan sosial, namun mereka bersama-sama berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan politik. Setiap etnis diindonesia masing-masing mempunyai budaya yang berbeda.
5. Integrasi
            Integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak terpecah meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik beruipa tantangan fisik maupun konflik yangterjadi secara sosial budaya. Menurut pandangan para penaganut fungsionalisme struktur , sistem sosial senantiasa terintegrasi diatas dua landasan berikut.
a.       suatu masyarakat senantiasa terintegrasi diatas tumbuhnya kesepakatan diatara sebagai besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental atau mendasar.
b.      Masyarakat teritegrasi karena berbagai angagota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation).
6. Eksploitasi
            Istilah eksploitasi memiliki pengertian berupa tindakan debgan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi pelayanan paksa, perbudakan, penindasan, pemerasan, pemamfaatan fisik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum, memaamfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk memperoleh keuntungan baik meteril maupun immaterial.
            Dominasi dalam berbagai hal bisa menimbulkan hubungan antar kelompok sosial bersifat eksploitatif. Keunggulan ekonomi akan mengekploitasi perekonomian kelompok yang miskin. Sebagai contoh kebijakan, ekonomi negara-negara maju cendrung menindas negara miskin. Keunggulan fisik juga bisa berakibat penindasan terhadap kelompok lain. 
7. Segregasi
            Segregasi memiliki arti sebagai bentuk pemisah sebagian kelompok dari induk kelompoknya dengan tujuan dan pertimbangan khusus agar dapat dilakukan pengamatan dengan baik. Dalam konteks sosiologi, segregasi merupakan pemisah kelompok sosial berdasarkan tradisi atau hukum.kelompok yang mengalami perlakuan ini pada umumnya berbeda dalam hal asal – usul etnik, agama, kesejahtraan, dan kebudayaan. Segregasi bisa terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam perkerjaan, pendidikan, partisipasi sosial, perkawinan, maupun kesempatan memperoleh kesejahteraan sosial.
            Misalnya, dalam menduduki jabatan tertentu dalam suatu karir pekerjaan tidak semua orang bisa mencapainya, karna jabatan – jabatan itu telah didominasi orang – orang dari suku tertentu. Dalam sistem kasta di india, oarng dari suku sudra tidak boleh menikah dengan wanita dari kasta di atasnya, seperi ksatria dan waisa
8. Difusi
            Dinamika masyarakat menunjukkan adanya proses pertukaran budaya. Pertukaran anatar budaya tidak bisa dielakkan, terlebih dalam kehidupan modern di mna alses informasi semakin mudah. Hal ini semakin mempermudah proses penyebaran budaya dari suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Proses menyebaran budaya ini di sebut difusi. Difusi bisa berlansung melalui dua arah. Artinya, kedua kelompok sosial yang berinteraksi tersebut saling memberi dan menerima. Namun pada umumnya, masyarakat yang berteknologi sederhana lebih banyak menyerap unsur budaya dari kelompok  masyarakat yang ber teknologi maju. Demikian juga kelompok sosial  rendah lebih banyak menyerap unsur buadaya dari kelompok sosial yang lebih tinggi. Proses difusi sangat di perlukan untuk mengembangkan budaya menjadi lebih maju dan baik. Kendati demikian, dalam proses difusi juga di perlukan filterisasi, yaitu upaya penyaringan agar tidak semua budaya diterima  tanpa diseleksi terlebih dahulu.
9.         Asimilasi
            Asimilasi memiliki arti sebagai bentuk percampuran dua kebuyaaan dalam masyarakat setempat sehingga tercipta suatu kebudayaan yang baru. Interaksi sosial antara kelompok pendatang dan kelompok pribumi berpotensi melahirkan prosese asimilasi. Budaya yang dibawa kelompok pendatang melebur dengan budaya kelompok pribumi,sedangkan kelompok pribumi mau menerima kebudayaan dari kelompok pendatang dan menjadi variasi bagi kelestarian budayanya.
 10.      Paternalisme
Paternalisme merupakan bentuk kerja sama antara dua pihak untuk memperoleh keuntungan. Dalam dunia bisnis, paternalisme seringkali dilakukan oleh pengusaha besar dengan memberi modal kepada pengusaha kecil untuk membuka jaringan pemasaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar