Sabtu, 02 Maret 2013

resensi buku dahlan iskan sang kontroversi






Judul Buku
Judul  Resensi Buku  :  Dahlan Iskan Sang kontroversi








:















“Dahlan Iskan”, Tokoh Kontroversial
Subjudul Buku
:
Refleksi Kontroversi, Sikap, Kebijakan dan Gagasannya
Penulis
:
Dwi Suwiknyo
Editor
:
Andi Wanua Tangke
Penerbit
:
Arus Timur
Cetakan
:
Pertama, November 2012
Kota Terbit
:
Makassar
Tebal
:
151 Halaman
ISBN
:
978-602-9057-41-6


SINOPSIS

Dahlan Iskan adalah seorang tokoh nasional yang memiliki dedikasi besar terhadap tumbuh kembang bangsa dan negara Indonesia. Beliau sangat sederhana, jauh dari kelaziman para pejabat lainnya. Karirnya dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar hingga kini menjadi Menteri BUMN. Namun siapa sangka beliau yang sekarang menjadi Menteri BUMN itu justru lahir dari keluarga yang sederhana. Bahkan bisa dikatakan keluarga miskin, sebab membeli sepatu sekolah pun tidak bisa. Kegigihannya sedari kecil untuk menjalani hidup yang keras dengan sepenuh hati kini telah menuai hasilnya.
Seorang Dahlan Iskan telah banyak membuat terobosan-terobosan melalui pemikirannya. Dimulai dari menjadi seorang wartawan di majalah Tempo serta melejit setelah memimpin surat kabar Jawa Pos yang pada saat itu hampir gulung tikar dan dalam waktu 5 tahun saja beliau sudah mampu meningkatkan oplah cetakan dari 6000 eksemplar menjadi 300.000 eksemplar. Lalu, pada tahun 2002 beliau mendirikan beberapa stasiun televisi lokal dan pada tahun 2009 beliau diangkat menjadi Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dimulai dari perusahaan inilah, Dahlan Iskan banyak membuat gebrakan, diantaranya; Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Membangun PLTS di 105 pulau pada tahun 2010 dan 2011), memberikan kesempatan bagi kaum wanita untuk menduduki kursi pimpinan cabang PLN di daerah, Tradisi Khatam Al-Qur’an dan lain-lain.
Karir beliau selanjutnya sama sekali tidak pernah diduga sebelumnya. Pada saat sedang bersemangat bekerja untuk perubahan PLN ke arah lebih baik, beliau pun diangkat menjadi Menteri BUMN. Tepatnya pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai Menteri BUMN yang pada saat itu sedang menderita sakit. Pada saat itu, beliau sedang gencar-gencarnya melakukan reformasi di PLN. Namun, harapan besar dari Presiden agar beliau bisa menjalankan tugas sebagai Menteri BUMN. Beliau pun maju sebagai Menteri, lalu melaksanakn beberapa program dalam pengelolaan BUMN.
Dalam kiprahnya, Dahlan Iskan terkenal sebagai pribadi yang sederhana. Berbaju kemeja putih polos dan celana kain hitam itulah gaya busana yang biasa dikenakan oleh seorang Dahlan Iskan di muka publik. Namun, ada lagi yang lebih mendasari ciri khas seorang Dahlan Iskan. Sepatu kets, kemana pun beliau pergi pasti selalu setia dengan mengenakan sepatu ketsnya. Bahkan saat dilantik sebagai menteri pun, beliau tetap nekat pakai sepatu kets kesayangannya itu. Sebab memang setiap harinya Dahlan Iskan memakai sepatu kets warna putih, karena saat pelantikan semua peserta calon menteri pakai sepatu ulit warna hitam, beliau pun memakai sepatu kets warna hitam.
Filosofi dari sepatu kets bagi seorang Dahlan Iskan adalah gerak cepat. Sepatu itu seperti simbol dan juga pengingat, agar beliau harus bekerja dengan cepat (dalam pemerintahan).
Setelah diangkat menjadi Menteri BUMN, aksi-aksi beliau langsung mencuri perhatian publik. Bahkan menjadi pro dan kontra di kalangan para menteri. Tentu saja ada pujian dan kecaman. Pujian tersebut didapat karena aksi beliau sangat berani dan pola hidup yang bersahaja. Beliau sangat sederhana, jauh dari kelaziman para pejabat lainnya. Tapi disisi lain, ada saja yang bicara ini itu, seperti dikatakan, “Ah, aksinya itu hanya untuk meningkatkan pencitraan saja!”.
Aksi sensasi penuh kontroversi ditunjukkan beliau selama menjabat sebagai Menteri BUMN diantaranya; mengamuk di jalan TOL karena pada saat itu keadaan TOL macet, padahal masih ada 2 pintu namun tidak dibuka oleh pihak pengelola. Dengan sigap beliau bergegas turun lalu melepar kursi keluar pos dan membuka pintu TOL tersebut. Lalu, aksi beliau naik KRL tanpa adanya pengaman dari Protokol Kementerian, dengan dalih ingin ikut merasakan pelayanan sektor publik pada masyarakat sehingga didapatkan inspirasi solusi. Pada aksinya, beliau tidak ingin mengambil jarak dengan rakyat. Justru beliau dengan senang hati menyatu dengan rakyat.
Setidaknya kita bisa tahu dan belajar dari Dahlan Iskan, saat beliau kali pertama menjabat sebagai Menteri BUMN, beliau pun mengupayakan adanya perubahan positif itu, yakni menghadirkan:
a.       Gagasan terobosan, solusi;
b.      Kontribusi nyata, jejak prestasi.
Bahkan beliau pernah berkata, “Negara boleh berbisnis, tapi jangan sampai bersaing dengan rakyatnya sendiri”.
Inspirasi dari seorang Dahlan Iskan adalah bangkitkan semangat kebersihan diri, keluarga, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar dari dosa-dosa yang seharusnya tidak kita lakukan. Salah satunya korupsi, jangan jadi koruptor sebab koruptor akan dibuang pada tempatnya.
Aksi Dahlan Iskan baru-baru ini adalah ketika beliau menggelontori isu bahwa BUMN menjadi ‘sapi perahan’ oknum anggota DPR, panggung politik Indonesia pun geger. Banyak pihak yang penasaran dan menuntut agar Dahlan Iskan mengungkap nama-nama oknum tersebut. Pro dan kontra pun terjadi. Banyak pihak yang mendukung sikap Dahlan Iskan tersebut namun tak sedikit pula yang sinis dan berasumsi bahwa apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan hanya sebuah usaha mencari sensasi demi mendongkrak polularitas dan pengalihan isu semata. Dahlan Iskan dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan apa yang telah dibocorkannya ke publik itu sebagai sebuah kebenaran untuk perbaikan bangsa ke depan.

Kelebihan Buku
1.      Menampilkan suatu realita kehidupan yang inspiratif kepada masyarakat
2.      Tampilan fisik buku bagus
3.      Dalam penjelasannya, ditampilkan catatan referensi lebih rinci disetiap lembar yang diberi kutipan
4.      Isi yang termuat dalam buku cukup berbobot dan komunikatif
Kelemahan Buku
1.      Ditemukan penggunaan tata bahasa yang bukan EYD
2.      Tampilan dalam buku tidak Full Colour
Kemanfaatan Buku
1.      Dapat menginspirasi masyarakat, terutama kaum muda akan pentingnya menjalani hidup dengan ikhlas dan sepenuh hati.
2.      Dapat memberikan pencerahan bahwa dalam bersikap tidak harus terpaku dalam suatu hal yang lazim.
Yang wajib membaca buku : Semua kalangan baik yang kecil maupun besar


Prestasi Pengarang :
1.      Telah menulis buku Jokowi : Pemimpin Yang Rendah Hati.
2.      Aktif menjadi peneliti dan perancang naskah buku di Grafikata.
3.      Telah menulis lebih 25 buku.
Keunikan Buku : Buku ini menceritakan kehidupan Dahlan Iskan dalam menghadapi hidup ini dari orang yang tak mempu menjadi mampu dalam perekonomiannya dan seorang Dahlan Iskan mampu membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar