|
Judul
Buku
|
Judul Resensi Buku : Dahlan Iskan Sang kontroversi
:
|
“Dahlan Iskan”, Tokoh
Kontroversial
|
|
Subjudul
Buku
|
:
|
Refleksi Kontroversi, Sikap, Kebijakan dan
Gagasannya
|
|
Penulis
|
:
|
Dwi Suwiknyo
|
|
Editor
|
:
|
Andi Wanua Tangke
|
|
Penerbit
|
:
|
Arus Timur
|
|
Cetakan
|
:
|
Pertama, November 2012
|
|
Kota
Terbit
|
:
|
Makassar
|
|
Tebal
|
:
|
151 Halaman
|
|
ISBN
|
:
|
978-602-9057-41-6
|
SINOPSIS
Dahlan Iskan adalah seorang tokoh
nasional yang memiliki dedikasi besar terhadap tumbuh kembang bangsa dan negara
Indonesia. Beliau sangat sederhana, jauh dari kelaziman para pejabat lainnya.
Karirnya dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar hingga kini menjadi
Menteri BUMN. Namun siapa sangka beliau yang sekarang menjadi Menteri BUMN itu
justru lahir dari keluarga yang sederhana. Bahkan bisa dikatakan keluarga
miskin, sebab membeli sepatu sekolah pun tidak bisa. Kegigihannya sedari kecil
untuk menjalani hidup yang keras dengan sepenuh hati kini telah menuai hasilnya.
Seorang Dahlan Iskan telah banyak membuat
terobosan-terobosan melalui pemikirannya. Dimulai dari menjadi seorang wartawan
di majalah Tempo serta melejit
setelah memimpin surat kabar Jawa Pos
yang pada saat itu hampir gulung tikar dan dalam waktu 5 tahun saja beliau
sudah mampu meningkatkan oplah cetakan dari 6000 eksemplar menjadi 300.000
eksemplar. Lalu, pada tahun 2002 beliau mendirikan beberapa stasiun televisi
lokal dan pada tahun 2009 beliau diangkat menjadi Direktur Utama Perusahaan
Listrik Negara (PLN).
Dimulai dari perusahaan inilah,
Dahlan Iskan banyak membuat gebrakan, diantaranya; Gerakan Sehari Sejuta
Sambungan (Membangun PLTS di 105 pulau pada tahun 2010 dan 2011), memberikan
kesempatan bagi kaum wanita untuk menduduki kursi pimpinan cabang PLN di
daerah, Tradisi Khatam Al-Qur’an dan lain-lain.
Karir beliau selanjutnya sama
sekali tidak pernah diduga sebelumnya. Pada saat sedang bersemangat bekerja
untuk perubahan PLN ke arah lebih baik, beliau pun diangkat menjadi Menteri
BUMN. Tepatnya pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai
Menteri BUMN yang pada saat itu sedang menderita sakit. Pada saat itu, beliau
sedang gencar-gencarnya melakukan reformasi di PLN. Namun, harapan besar dari
Presiden agar beliau bisa menjalankan tugas sebagai Menteri BUMN. Beliau pun
maju sebagai Menteri, lalu melaksanakn beberapa program dalam pengelolaan BUMN.
Dalam kiprahnya, Dahlan Iskan
terkenal sebagai pribadi yang sederhana. Berbaju kemeja putih polos dan celana
kain hitam itulah gaya busana yang biasa dikenakan oleh seorang Dahlan Iskan di
muka publik. Namun, ada lagi yang lebih mendasari ciri khas seorang Dahlan
Iskan. Sepatu kets, kemana pun beliau pergi pasti selalu setia dengan
mengenakan sepatu ketsnya. Bahkan saat dilantik sebagai menteri pun, beliau
tetap nekat pakai sepatu kets kesayangannya itu. Sebab memang setiap harinya
Dahlan Iskan memakai sepatu kets warna putih, karena saat pelantikan semua
peserta calon menteri pakai sepatu ulit warna hitam, beliau pun memakai sepatu
kets warna hitam.
Filosofi dari sepatu kets bagi
seorang Dahlan Iskan adalah gerak cepat. Sepatu itu seperti simbol dan juga
pengingat, agar beliau harus bekerja dengan cepat (dalam pemerintahan).
Setelah diangkat menjadi Menteri
BUMN, aksi-aksi beliau langsung mencuri perhatian publik. Bahkan menjadi pro
dan kontra di kalangan para menteri. Tentu saja ada pujian dan kecaman. Pujian
tersebut didapat karena aksi beliau sangat berani dan pola hidup yang
bersahaja. Beliau sangat sederhana, jauh dari kelaziman para pejabat lainnya.
Tapi disisi lain, ada saja yang bicara ini itu, seperti dikatakan, “Ah, aksinya
itu hanya untuk meningkatkan pencitraan saja!”.
Aksi sensasi penuh kontroversi
ditunjukkan beliau selama menjabat sebagai Menteri BUMN diantaranya; mengamuk
di jalan TOL karena pada saat itu keadaan TOL macet, padahal masih ada 2 pintu
namun tidak dibuka oleh pihak pengelola. Dengan sigap beliau bergegas turun
lalu melepar kursi keluar pos dan membuka pintu TOL tersebut. Lalu, aksi beliau
naik KRL tanpa adanya pengaman dari Protokol Kementerian, dengan dalih ingin
ikut merasakan pelayanan sektor publik pada masyarakat sehingga didapatkan
inspirasi solusi. Pada aksinya, beliau tidak ingin mengambil jarak dengan
rakyat. Justru beliau dengan senang hati menyatu dengan rakyat.
Setidaknya kita bisa tahu dan
belajar dari Dahlan Iskan, saat beliau kali pertama menjabat sebagai Menteri
BUMN, beliau pun mengupayakan adanya perubahan positif itu, yakni menghadirkan:
a.
Gagasan terobosan,
solusi;
b.
Kontribusi nyata, jejak
prestasi.
Bahkan beliau pernah berkata,
“Negara boleh berbisnis, tapi jangan sampai bersaing dengan rakyatnya sendiri”.
Inspirasi dari seorang Dahlan Iskan
adalah bangkitkan semangat kebersihan diri, keluarga, tempat kerja, maupun
lingkungan sekitar dari dosa-dosa yang seharusnya tidak kita lakukan. Salah
satunya korupsi, jangan jadi koruptor sebab koruptor akan dibuang pada
tempatnya.
Aksi Dahlan Iskan baru-baru ini
adalah ketika beliau menggelontori isu bahwa BUMN menjadi ‘sapi perahan’ oknum
anggota DPR, panggung politik Indonesia pun geger. Banyak pihak yang penasaran
dan menuntut agar Dahlan Iskan mengungkap nama-nama oknum tersebut. Pro dan
kontra pun terjadi. Banyak pihak yang mendukung sikap Dahlan Iskan tersebut
namun tak sedikit pula yang sinis dan berasumsi bahwa apa yang dilakukan oleh
Dahlan Iskan hanya sebuah usaha mencari sensasi demi mendongkrak polularitas
dan pengalihan isu semata. Dahlan Iskan dihadapkan pada tantangan untuk
membuktikan apa yang telah dibocorkannya ke publik itu sebagai sebuah kebenaran
untuk perbaikan bangsa ke depan.
Kelebihan Buku
1.
Menampilkan suatu
realita kehidupan yang inspiratif kepada masyarakat
2. Tampilan
fisik buku bagus
3. Dalam
penjelasannya, ditampilkan catatan referensi lebih rinci disetiap lembar yang
diberi kutipan
4.
Isi yang termuat dalam
buku cukup berbobot dan komunikatif
Kelemahan Buku
1.
Ditemukan penggunaan
tata bahasa yang bukan EYD
2.
Tampilan dalam buku
tidak Full Colour
Kemanfaatan Buku
1.
Dapat menginspirasi
masyarakat, terutama kaum muda akan pentingnya menjalani hidup dengan ikhlas
dan sepenuh hati.
2. Dapat
memberikan pencerahan bahwa dalam bersikap tidak harus terpaku dalam suatu hal
yang lazim.
Yang
wajib membaca buku : Semua kalangan
baik yang kecil maupun besar
Prestasi
Pengarang :
1. Telah menulis buku Jokowi : Pemimpin Yang Rendah Hati.
2. Aktif menjadi peneliti dan perancang naskah buku di
Grafikata.
3. Telah menulis lebih 25 buku.
Keunikan
Buku : Buku ini menceritakan kehidupan Dahlan Iskan dalam
menghadapi hidup ini dari orang yang tak mempu menjadi mampu dalam
perekonomiannya dan seorang Dahlan Iskan mampu membuat kehidupan keluarganya
menjadi lebih baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar